Negosiasi
Cara Negosiasi Gaji Tanpa Bikin Offer Ditarik
Ketakutan terbesar orang saat nego gaji adalah offer-nya ditarik. Itu jarang terjadi, dan ada cara membicarakannya yang membuatnya makin jarang.
PT Think Era Labs · · 9 menit baca
Alasan paling umum orang tidak menegosiasikan gaji bukan karena mereka tidak tahu caranya. Alasannya karena takut tawarannya ditarik. Ketakutan itu nyata dan wajar, tapi kalau dilihat dari sisi perusahaan, menariknya hampir tidak pernah masuk akal.
Sebuah perusahaan yang sudah sampai tahap mengirim offer sudah menghabiskan waktu berminggu minggu untuk menyaring, mewawancarai, dan menyepakati kamu secara internal. Menarik tawaran karena kandidat menanyakan angka berarti mengulang semua itu dari awal. Yang jauh lebih sering terjadi adalah mereka bilang tidak bisa, dan tawarannya tetap berlaku.
Yang Harus Sudah Beres Sebelum Kamu Mulai
Negosiasi yang gagal biasanya gagal sebelum percakapannya dimulai, karena orangnya masuk tanpa tiga hal ini.
- Angka yang jelas. Bukan perasaan kurang, tapi angka ask, target, dan floor yang sudah kamu tentukan sebelumnya.
- Satu alasan konkret. Bukan alasan kebutuhan hidup, tapi alasan yang berhubungan dengan nilai kamu di posisi itu.
- Kejelasan soal apa yang kamu lakukan kalau jawabannya tidak. Kalau kamu sendiri belum tahu, nada kamu akan terbaca ragu.
Poin kedua yang paling sering keliru. Kebutuhan kamu bukan argumen. Perusahaan tidak menyusun anggaran berdasarkan cicilan siapa pun. Yang bergerak adalah argumen soal scope, kelangkaan, dan alternatif yang kamu punya.
Kapan Waktunya
Waktu terbaik adalah setelah kamu menerima tawaran tertulis dan sebelum kamu menyatakan setuju. Di titik itu posisi tawar kamu paling kuat: mereka sudah memilih kamu, dan kamu belum mengunci apa pun. Baca dulu isinya dengan cara membaca offering letter.
Waktu terburuk adalah setelah kamu bilang iya. Setelah itu, satu satunya cara mengubah angka adalah menunggu siklus review berikutnya, yang bisa berjarak setahun.
Kalimat yang Bisa Dipakai
Membuka pembicaraan
“Terima kasih atas tawarannya, saya senang sekali dengan posisi ini dan dengan timnya. Ada satu hal yang ingin saya diskusikan sebelum saya konfirmasi, yaitu soal angka gajinya.”
Kalimat pertama bukan basa basi. Itu menghilangkan kekhawatiran perekrut bahwa kamu sedang mencari alasan untuk menolak, dan kekhawatiran itu yang biasanya membuat percakapan jadi kaku.
Menyebut angkanya
“Berdasarkan scope posisi ini dan pengalaman saya memimpin proyek serupa, saya berharap di kisaran Rp15 juta sampai Rp17 juta. Apakah ada ruang untuk penyesuaian di angka itu?”
Akhiri dengan pertanyaan, bukan pernyataan. Pertanyaan mengundang jawaban dan menjaga percakapan tetap berjalan. Pernyataan yang berhenti di angka terasa seperti tuntutan. Kalau negosiasinya lewat tulisan, pakai contoh email negosiasi gaji.
Kalau gaji pokok memang terkunci
“Saya mengerti kalau angka pokoknya sudah terkunci di struktur. Apakah memungkinkan kalau kita lihat komponen lain, misalnya sign on bonus, tunjangan, atau review lebih awal di bulan keenam?”
Banyak perusahaan punya keterbatasan nyata di gaji pokok karena band internal, tapi punya keleluasaan di komponen lain. Menutup percakapan begitu mendengar tidak bisa membuang peluang yang sebenarnya masih ada.
Sebelum masuk ke percakapan ini, pastikan kamu sudah punya tiga angka. PantasNaik menghitungnya dari posisi, pengalaman, kota, dan gaji kamu sekarang.
Hitung gaji kamuKesalahan yang Bikin Negosiasi Berantakan
- Memberi ultimatum. Kalimat kalau tidak segini saya tidak ambil hanya boleh keluar kalau kamu benar benar siap menjalankannya.
- Mengubah angka di tengah jalan. Naik dari Rp15 juta ke Rp18 juta setelah mereka setuju merusak kepercayaan dan sering jadi alasan nyata sebuah tawaran ditarik.
- Bernegosiasi lewat banyak saluran sekaligus. Pilih satu orang, biasanya perekrut, dan jaga semuanya di satu jalur.
- Membandingkan dengan gaji rekan di perusahaan yang sama. Ini membuat percakapan jadi soal orang lain, bukan soal nilai kamu.
- Menegosiasikan hal hal kecil satu per satu dalam beberapa gelombang. Kumpulkan semua permintaan dan ajukan sekali.
Kalau Jawabannya Tidak
Ini bukan kegagalan. Ini informasi. Kamu sekarang tahu batas mereka, dan kamu punya dua hal yang perlu kamu putuskan.
Pertama, apakah angkanya masih di atas floor kamu. Kalau iya, menerimanya bukan kekalahan, itu keputusan yang kamu buat dengan mata terbuka. Kedua, apakah ada komitmen tertulis untuk review berikutnya. Kalau ada, mintalah itu masuk ke email, bukan cuma disebut lisan.
Intinya
Negosiasi gaji bukan konfrontasi. Itu percakapan tentang harga sebuah pekerjaan, dan kedua pihak punya kepentingan yang sama untuk menyelesaikannya. Yang membuatnya terasa menakutkan biasanya bukan risikonya, tapi masuk ke dalamnya tanpa tahu angka kamu sendiri.
Cari tahu angka yang pantas kamu minta sebelum percakapannya dimulai.
Hitung gaji kamu