PantasNaikHitung gaji

Negosiasi

Cara Menjawab Pertanyaan Expected Salary Saat Interview

Pertanyaan ini muncul di hampir semua interview dan jawabannya sering menentukan angka final. Ini cara menjawabnya tanpa menjual diri terlalu murah.

PT Think Era Labs · · 7 menit baca

Ada satu pertanyaan yang hampir selalu muncul di interview kerja di Indonesia, biasanya di menit kelima, dengan nada santai seolah cuma formalitas administrasi. Pertanyaannya: expected salary-nya berapa ya? Nada santainya menipu. Jawaban kamu di detik itu sering jadi batas atas dari seluruh negosiasi setelahnya.

Masalahnya, kebanyakan orang menjawabnya tanpa persiapan. Mereka menyebut angka gaji sekarang plus sedikit, atau lebih parah, melempar pertanyaannya balik lalu menerima apa pun yang ditawarkan. Dua duanya bikin kamu kehilangan uang yang sebenarnya masih ada di meja.

Kenapa Jawaban Kamu di Menit Kelima Menentukan Segalanya

Dalam negosiasi, angka pertama yang disebut berfungsi sebagai jangkar. Semua tawar menawar setelahnya bergerak di sekitar angka itu. Kalau kamu menyebut Rp12 juta, perusahaan tidak akan tiba tiba menawarkan Rp18 juta, meskipun budget mereka memang segitu. Mereka akan menawar ke bawah dari Rp12 juta, bukan ke atas.

Ini bukan karena perekrut jahat. Ini karena mereka punya rentang budget dan tugas mereka adalah mengisi posisi dengan biaya yang masuk akal. Kalau kamu sendiri yang memasang plafon rendah, tidak ada alasan bagi mereka untuk menaikkannya.

Siapkan Tiga Angka Sebelum Interview, Bukan Satu

Kesalahan paling umum adalah datang dengan satu angka di kepala. Satu angka bikin kamu kaku. Begitu perusahaan menawar di bawahnya, kamu tidak punya kerangka untuk memutuskan apakah tawaran itu masih layak atau sudah terlalu rendah.

Yang kamu butuhkan adalah tiga angka:

  1. Ask. Angka yang kamu sebut duluan. Ini bukan angka yang kamu harap diterima mentah mentah, ini titik pembuka yang masih bisa dipertanggungjawabkan.
  2. Target. Angka yang realistis jadi titik penutupan. Kalau negosiasi berakhir di sini, kamu puas.
  3. Floor. Batas bawah. Di bawah angka ini, kamu perlu berpikir serius sebelum menerima, karena biayanya lebih besar daripada manfaatnya.

Dengan tiga angka ini, kamu tidak perlu berhitung di tengah percakapan. Kamu cuma perlu tahu di sebelah mana dari floor posisi tawaran mereka.

Cara Menentukan Angka yang Realistis

Angka yang bagus bukan angka yang paling besar, tapi angka yang bisa kamu pertahankan waktu ditanya kenapa. Ada empat hal yang menentukannya.

1. Jenis perpindahan kamu

Pindah perusahaan biasanya memberi kenaikan lebih besar daripada naik jabatan di tempat yang sama, karena angkanya dihitung ulang dari awal, bukan ditambahkan dari gaji lama. Pindah jalur karir menahan angka pembuka, karena sebagian pengalaman kamu dihitung ulang oleh perekrut. Kalau ini pekerjaan pertama kamu, patokannya berbeda: lihat expected salary fresh graduate.

2. Jarak level antara posisi sekarang dan posisi target

Lompatan dari Executive ke Manager bukan sekadar ganti label. Itu perubahan tanggung jawab yang membenarkan kenaikan jauh lebih besar daripada kenaikan tahunan biasa. Sebaliknya, pindah ke posisi dengan nama berbeda tapi level yang sama tidak otomatis membenarkan lompatan besar.

3. Tanggung jawab kamu sekarang, bukan cuma lama kerja

Orang dengan tiga tahun pengalaman yang sudah memimpin tim kecil punya posisi tawar berbeda dari orang dengan tiga tahun pengalaman yang hanya mengerjakan tugas yang diberikan. Lama kerja gampang ditiru siapa saja yang bertahan cukup lama. Pengalaman memimpin tidak.

4. Kota dan industri

Posisi yang sama di Jakarta dan di Makassar punya rentang yang berbeda jauh. Begitu juga peran yang sama di perusahaan teknologi dan di lembaga pendidikan. Angka kamu harus mencerminkan pasar yang benar benar kamu masuki, bukan rata rata nasional.

Kalau kamu mau tiga angka itu dihitungkan berdasarkan kondisi kamu sendiri, PantasNaik melakukannya dalam dua menit.

Hitung gaji kamu

Contoh Jawaban yang Bisa Langsung Dipakai

Prinsipnya sederhana: sebut kisaran, bukan satu angka, dan letakkan angka ask kamu di batas atas kisaran itu. Lalu berhenti bicara.

“Dengan mempertimbangkan pengalaman saya dan scope posisi ini, saya berharap di kisaran Rp14 juta sampai Rp16 juta. Namun saya terbuka untuk mendiskusikan keseluruhan compensation package.”
Jawaban standar yang aman untuk hampir semua situasi

Kalimat terakhir penting. Itu memberi sinyal bahwa kamu fleksibel soal struktur, bukan soal nilai. Perusahaan yang tidak bisa menaikkan gaji pokok sering masih bisa bergerak di bonus, tunjangan, atau jadwal review.

Kalau kamu ditanya duluan sebelum tahu detail posisinya

“Supaya angkanya relevan, boleh saya tahu dulu scope posisinya seperti apa dan tim yang akan saya pegang sebesar apa? Setelah itu saya bisa kasih kisaran yang lebih masuk akal.”
Menunda tanpa terdengar menghindar

Ini bukan trik mengelak. Ini pertanyaan yang wajar, dan perekrut yang serius akan menjawabnya. Kalau mereka memaksa kamu menyebut angka tanpa mau menjelaskan posisinya, itu sendiri sudah sebuah informasi. Pertanyaan lain yang layak kamu ajukan ada di daftar pertanyaan soal gaji untuk HR.

Kalau mereka menanyakan gaji kamu sekarang

“Gaji saya saat ini mencerminkan scope di posisi lama. Untuk posisi ini saya melihat tanggung jawabnya lebih besar, jadi saya berharap di kisaran Rp14 juta sampai Rp16 juta.”
Mengalihkan dari masa lalu ke nilai posisi baru

Gaji kamu sekarang adalah harga yang disepakati untuk pekerjaan lama, di kondisi pasar lama, dengan posisi tawar kamu yang lama. Tidak ada kewajiban menjadikannya dasar untuk pekerjaan baru. Pembahasan lengkapnya ada di cara menjawab pertanyaan gaji terakhir.

Lima Kesalahan yang Paling Mahal

  • Menyebut satu angka persis. Angka tunggal terdengar final dan tidak memberi ruang gerak buat kedua pihak.
  • Menjawab terserah perusahaan. Ini terdengar sopan tapi dibaca sebagai tidak tahu nilai diri sendiri, dan hampir selalu menghasilkan tawaran di batas bawah budget.
  • Menyebut angka lalu langsung menjelaskan panjang lebar. Penjelasan berlebihan setelah menyebut angka terdengar seperti minta maaf. Sebut, lalu diam.
  • Menyebut angka take home padahal perusahaan berpikir gross. Selisihnya bisa jutaan dan baru ketahuan waktu kontrak sudah ditandatangani. Ubah dulu ke gross dengan kalkulator gaji kotor.
  • Memakai gaji teman sebagai patokan tunggal. Satu titik data bukan pasar, dan kamu tidak tahu apa yang tidak diceritakan teman kamu.

Apa yang Terjadi Setelah Kamu Menyebut Angka

Biasanya ada jeda. Jeda itu terasa lama dan tidak nyaman, dan naluri pertama hampir semua orang adalah mengisinya dengan menurunkan angka sendiri. Jangan. Jeda itu bagian normal dari proses, bukan tanda kamu salah bicara.

Kalau mereka menawar di bawah kisaran kamu, kamu punya tiga pilihan yang semuanya sah: minta waktu berpikir, minta mereka menjelaskan bagaimana angkanya disusun, atau menanyakan komponen lain di luar gaji pokok. Yang tidak sah adalah langsung mengiyakan karena tidak enak.

Intinya

Pertanyaan expected salary bukan jebakan dan bukan basa basi. Itu momen di mana kamu diminta menyebut nilai diri kamu sendiri, dan satu satunya cara menjawabnya dengan tenang adalah datang sudah tahu angkanya. Bukan menebak di tempat, bukan menghitung ulang gaji lama di kepala sambil orang lain menunggu.

PantasNaik menghitung angka ask, target, dan floor kamu berdasarkan posisi, pengalaman, kota, dan gaji sekarang, lengkap dengan jawaban siap salin untuk pertanyaan ini.

Hitung gaji kamu

Pertanyaan yang sering muncul

Sebaiknya menyebut angka tunggal atau kisaran saat ditanya expected salary?

Sebut kisaran, dan letakkan angka yang benar benar kamu incar di batas atas kisaran itu. Angka tunggal terdengar final dan menghilangkan ruang gerak, sementara kisaran memberi sinyal bahwa kamu fleksibel tanpa menurunkan nilai kamu sendiri.

Apakah boleh tidak menjawab pertanyaan expected salary?

Boleh menunda, tapi jangan menghindar. Cara paling aman adalah meminta detail scope posisi lebih dulu, lalu memberi kisaran setelah kamu tahu tanggung jawabnya. Menjawab terserah perusahaan hampir selalu menghasilkan tawaran di batas bawah budget mereka.

Expected salary disebut dalam gross atau take home?

Sebutkan gross dan katakan dengan jelas bahwa itu gross. Perusahaan menyusun budget dalam gross, jadi menyebut angka take home tanpa keterangan bisa menghasilkan selisih jutaan rupiah yang baru ketahuan saat kontrak keluar.

Bagaimana kalau perusahaan menanyakan gaji saya sekarang?

Kamu boleh menjawabnya sambil mengarahkan percakapan ke posisi baru. Gaji sekarang adalah harga untuk pekerjaan lama dengan scope lama, jadi wajar kalau ekspektasi untuk posisi dengan tanggung jawab lebih besar tidak dihitung dari sana.

Gaji baru kamu harus minta berapa?

Masukkan posisi, pengalaman, kota, dan gaji sekarang. PantasNaik kasih angka yang sebaiknya kamu minta, target realistisnya, dan batas bawahnya.

Hitung gaji kamu