Negosiasi
Contoh Email Negosiasi Gaji Setelah Dapat Offer
Negosiasi lewat email memberi kamu waktu untuk memilih kata. Ini struktur dan contoh yang bisa langsung kamu sesuaikan.
PT Think Era Labs · · 6 menit baca
Banyak tawaran kerja sekarang datang lewat email, lengkap dengan offering letter dalam lampiran. Itu kabar baik. Negosiasi lewat tulisan memberi kamu waktu untuk berpikir, memilih kata, dan menghindari jawaban spontan yang biasanya terlalu murah.
Kelemahannya, tulisan bisa terdengar lebih dingin daripada maksudnya. Karena itu struktur email negosiasi penting: hangat di awal, jelas di tengah, dan terbuka di akhir.
Email atau Telepon?
Kalau HR menyampaikan tawaran lewat telepon, sampaikan dulu bahwa kamu tertarik dan minta waktu untuk mempertimbangkan. Setelah itu, email adalah tempat yang baik untuk menyampaikan angka balasan kamu. Kalau mereka lebih suka membahasnya lewat telepon, ikuti, lalu rangkum hasilnya lewat email.
Struktur Email Negosiasi yang Efektif
- Terima kasih dan antusiasme. Satu atau dua kalimat yang menunjukkan kamu serius ingin bergabung. Ini mengurangi kesan bahwa kamu sedang menolak.
- Angka balasan dan alasannya. Sebut angka yang kamu minta, dalam gross, dengan satu atau dua alasan yang terkait posisi, bukan kebutuhan pribadi.
- Fleksibilitas soal struktur. Sampaikan bahwa kamu terbuka membahas komponen lain kalau gaji pokok punya batas.
- Penutup dengan langkah berikutnya. Tawarkan waktu untuk bicara, atau sebut kapan kamu bisa memberi keputusan akhir.
Contoh 1: Menawar Gaji Pokok
Subjek emailnya cukup jelas dan netral, misalnya Tanggapan atas Offering Letter Posisi Marketing Manager. Isinya:
“Terima kasih atas tawaran untuk posisi Marketing Manager. Saya senang dengan prosesnya dan tertarik bergabung dengan tim Ibu. Setelah mempelajari scope posisi ini, terutama tanggung jawab memimpin tim tiga orang dan target pertumbuhan kanal digital, saya berharap gaji pokoknya bisa di angka Rp16 juta gross. Saya terbuka membahas struktur paketnya secara keseluruhan. Apakah ada waktu minggu ini untuk berdiskusi singkat?”
Contoh 2: Kalau Gaji Pokok Sudah Mentok
Kadang HR menjelaskan bahwa gaji pokok sudah di batas atas rentang untuk level itu. Di situ, negosiasi pindah ke komponen lain.
“Terima kasih atas penjelasannya soal rentang gaji untuk level ini. Kalau gaji pokok sudah di batas atasnya, apakah memungkinkan untuk menambahkan sign on bonus sebesar satu kali gaji, atau menjadwalkan review kompensasi setelah enam bulan dengan kriteria yang disepakati sekarang?”
Pilihan komponen lainnya kami bahas di apa saja yang bisa dinegosiasikan selain gaji pokok.
Belum yakin angka balasan yang pantas? PantasNaik menghitung ask, target, dan floor kamu, lengkap dengan kalimat siap salin.
Hitung gaji kamuContoh 3: Menerima Setelah Negosiasi
“Terima kasih atas revisi tawarannya. Dengan gaji pokok Rp15,5 juta gross dan review kompensasi di bulan keenam, saya menerima tawaran ini. Mohon dikirimkan offering letter yang sudah diperbarui, dan saya siap mulai pada tanggal yang kita sepakati.”
Jangan berhenti di kata setuju. Minta offering letter yang diperbarui dan pastikan semua yang disepakati tertulis di sana, termasuk janji yang awalnya hanya disampaikan lisan.
Yang Membuat Email Negosiasi Gagal
- Terlalu panjang. Tiga sampai lima kalimat inti sudah cukup. Penjelasan panjang terbaca sebagai kurang yakin.
- Alasan pribadi. Cicilan, biaya sekolah anak, atau biaya kos bukan alasan yang bisa diteruskan HR ke atasannya.
- Ultimatum. Kalimat seperti kalau tidak bisa saya mundur menutup ruang diskusi, kecuali kamu memang siap mundur.
- Tidak menyebut gross. Angka tanpa keterangan bisa ditafsirkan berbeda, dan selisihnya baru terasa di slip gaji pertama.
Intinya
Email negosiasi yang baik pendek, hangat, dan spesifik. Ucapkan terima kasih, sebut angka dan alasannya, tunjukkan fleksibilitas soal struktur, lalu tutup dengan langkah berikutnya. Setelah sepakat, pastikan semuanya tertulis.
Hitung angka balasan kamu di PantasNaik sebelum menekan tombol kirim.
Hitung gaji kamu