Pindah Kerja
Cara Menolak Tawaran Kerja dengan Sopan
Menolak tawaran kerja tidak harus canggung. Kalau ditolak dengan baik, sebuah tawaran bisa jadi pintu untuk kesempatan berikutnya.
PT Think Era Labs · · 6 menit baca
Setelah berminggu minggu proses rekrutmen, menolak tawaran terasa seperti mengecewakan orang yang sudah meluangkan waktu untuk kamu. Karena itu banyak kandidat menunda jawaban, atau lebih buruk, menghilang begitu saja.
Padahal menolak tawaran adalah bagian normal dari proses. Perekrut menghadapinya setiap minggu. Yang mereka ingat bukan bahwa kamu menolak, tapi bagaimana caranya.
Kapan Menolak Adalah Keputusan yang Tepat
- Angkanya di bawah batas bawah kamu dan tidak bergerak setelah dinegosiasikan. Kalau kamu sudah menentukan ask, target, dan floor, keputusan ini jadi lebih mudah dan tidak emosional.
- Ada tawaran lain yang lebih sesuai, setelah kamu bandingkan dengan adil.
- Selama proses, kamu melihat tanda yang membuat ragu: scope yang terus berubah, janji yang tidak mau ditulis, atau calon atasan yang tidak cocok.
- Situasi kamu berubah, misalnya kantor sekarang memberi kenaikan atau peran baru yang lebih menarik.
Jawab Secepatnya, Jangan Menghilang
Begitu kamu yakin, sampaikan. Perusahaan biasanya punya kandidat cadangan yang menunggu, dan setiap hari yang kamu tunda membuat posisi mereka lebih sulit. Menghilang tanpa kabar adalah satu satunya cara menolak yang benar benar merusak hubungan.
Kalau tawarannya datang lewat telepon, boleh menjawab lewat telepon juga, lalu kirim email singkat sebagai konfirmasi tertulis.
Isi Pesan Penolakan yang Baik
- Terima kasih atas tawaran dan waktu yang sudah diberikan.
- Keputusan yang jelas. Jangan bertele tele sampai mereka tidak yakin apakah kamu menolak atau menawar.
- Alasan singkat, kalau mau. Satu kalimat cukup, dan tidak wajib.
- Harapan untuk tetap berhubungan.
Belum yakin tawarannya terlalu rendah atau tidak? Cek dulu angka yang pantas buat kamu di PantasNaik sebelum memutuskan.
Hitung gaji kamuContoh Email Menolak Tawaran Kerja
“Terima kasih banyak atas tawaran untuk posisi Product Analyst dan atas waktu tim selama proses wawancara. Setelah pertimbangan yang matang, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan tawaran ini. Saya sangat menghargai kesempatan mengenal tim Bapak, dan berharap kita bisa tetap berhubungan untuk kesempatan lain di masa depan.”
“Terima kasih atas tawaran dan diskusi kita soal paketnya. Setelah mempertimbangkan semuanya, angka yang tersedia masih terlalu jauh dari kebutuhan saya untuk perpindahan ini, sehingga saya memutuskan untuk tidak melanjutkan. Kalau di kemudian hari ada posisi dengan rentang yang berbeda, saya akan senang mendengarnya.”
Versi kedua jujur tanpa terdengar menuntut, dan memberi perusahaan informasi yang berguna. Kadang pesan seperti ini justru memancing tawaran revisi. Kalau itu terjadi, nilai dengan kepala dingin, jangan langsung menerima karena merasa sudah menang.
Yang Sebaiknya Dihindari
- Membatalkan setelah menandatangani tanpa alasan kuat. Setelah tanda tangan, kamu sudah membuat komitmen, dan membatalkannya punya konsekuensi yang lebih besar.
- Menjelekkan perusahaan atau proses rekrutmennya, meski ada yang mengecewakan. Dunia rekrutmen di satu industri sering lebih kecil dari kelihatannya.
- Memakai penolakan sebagai trik negosiasi kalau kamu sebenarnya ingin menerima. Kalau mereka menerima penolakan kamu, tawarannya hilang.
Kalau kamu sedang memilih di antara dua tawaran, baca dulu cara membandingkan dua tawaran kerja sebelum menolak salah satunya.
Intinya
Menolak tawaran kerja dengan baik itu sederhana: cepat, jelas, berterima kasih, dan tanpa drama. Perekrut yang kamu tolak dengan sopan hari ini bisa jadi orang yang menghubungi kamu untuk posisi yang lebih tepat tahun depan.
Sebelum menerima atau menolak, pastikan kamu tahu angka yang pantas untuk posisi itu. Hitung di PantasNaik.
Hitung gaji kamu