Pindah Kerja
Counter Offer: Bertahan atau Tetap Pindah?
Counter offer terasa seperti pengakuan yang terlambat. Sebelum menerimanya, pastikan kamu tahu apa yang sebenarnya sedang ditawarkan.
PT Think Era Labs · · 6 menit baca
Kamu sudah menyetujui tawaran baru, menyerahkan surat pengunduran diri, lalu tiba tiba atasan memanggil. Gaji kamu bisa dinaikkan. Mungkin juga titelnya. Angkanya bahkan mendekati tawaran dari perusahaan baru.
Rasanya seperti pengakuan, dan sebagian memang pengakuan. Tapi counter offer juga perhitungan bisnis. Mencari pengganti, melatihnya, dan menanggung pekerjaan yang tertunda biasanya lebih mahal daripada menaikkan gaji satu orang. Pertanyaannya bukan apakah tawarannya tulus, tapi apakah tawarannya menyelesaikan alasan kamu ingin pergi.
Tiga Pertanyaan Sebelum Memutuskan
- Kenapa kamu mencari kerja baru? Kalau jawabannya murni uang, counter offer mungkin menyelesaikannya. Kalau alasannya atasan, arah karier, beban kerja, atau budaya, uang tidak mengubah apa pun.
- Kenapa kenaikannya baru datang sekarang? Kalau kamu sudah pernah meminta dan ditolak, kenaikan yang tiba tiba muncul setelah kamu resign layak dipertanyakan. Apakah nilai kamu baru terlihat, atau mereka hanya menunda masalah?
- Apa yang berubah selain angka? Scope, jalur karier, dan cara kamu dinilai. Kalau semuanya tetap sama, kemungkinan besar alasan kamu ingin pergi akan muncul lagi.
Bandingkan dengan Adil
| Yang dibandingkan | Pertanyaan yang perlu dijawab |
|---|---|
| Gaji pokok dan paket | Setelah counter offer, apakah paketnya benar benar setara dengan tawaran baru? |
| Arah karier | Di mana kamu akan berada dua tahun lagi di masing masing tempat? |
| Alasan awal pergi | Apakah alasan itu sudah selesai, atau hanya ditutupi dengan angka? |
| Komitmen yang sudah dibuat | Apa konsekuensinya kalau kamu membatalkan tawaran yang sudah disetujui? |
Soal angka, bandingkan dengan pasar, bukan hanya dengan gaji lama. Kenaikan yang terlihat besar dari gaji lama bisa saja baru mengejar ketertinggalan. Patokan pasarnya ada di pindah kerja naik gaji berapa persen.
PantasNaik membantu kamu melihat berapa angka yang pantas untuk posisi kamu, supaya counter offer bisa dinilai dengan patokan yang jelas.
Hitung gaji kamuKalau Kamu Memutuskan Bertahan
- Minta semuanya tertulis: gaji baru, titel, scope, dan kapan mulai berlaku.
- Kabari perusahaan baru secepatnya dan dengan sopan. Mereka sudah menginvestasikan waktu, dan kabar yang cepat menjaga hubungan baik.
- Sepakati apa yang berubah selain gaji, misalnya scope, jalur promosi, atau dukungan yang kamu butuhkan.
Kalau Kamu Tetap Pindah
Menolak counter offer tidak perlu panjang. Ucapkan terima kasih, tegaskan keputusan kamu, dan tawarkan transisi yang rapi.
“Terima kasih banyak atas tawarannya, saya menghargai kepercayaan Bapak. Setelah saya pertimbangkan, saya tetap pada keputusan untuk pindah. Saya akan memastikan serah terima pekerjaan selesai dengan baik sebelum hari terakhir saya.”
Hindari menjelaskan panjang lebar alasan kamu pergi di momen ini. Penjelasan yang terlalu rinci mudah berubah jadi negosiasi ulang.
Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan
- Memakai tawaran palsu untuk memancing counter offer. Kalau ketahuan, kepercayaan hilang, dan kalau kantor lama tidak menahan kamu, kamu tidak punya tempat tujuan.
- Membatalkan tawaran yang sudah disetujui tanpa pertimbangan matang. Dunia rekrutmen di satu industri sering lebih kecil daripada yang terlihat.
- Mencari counter offer padahal yang kamu inginkan sebenarnya hanya naik gaji. Lebih jujur dan lebih aman untuk minta naik gaji ke atasan sebelum mencari tawaran lain.
Intinya
Counter offer menjawab pertanyaan soal uang. Sebelum menerimanya, pastikan uang memang satu satunya alasan kamu ingin pergi. Kalau alasannya lebih dari itu, tawaran yang lebih besar hanya menunda keputusan yang sama.
Bandingkan counter offer dan tawaran baru dengan angka yang memang pantas untuk kamu. Hitung di PantasNaik.
Hitung gaji kamu