Dasar Gaji
Karyawan Kontrak vs Tetap: Cara Menilai Gajinya
Tawaran kontrak dan tawaran tetap dengan gaji yang sama tidak bernilai sama. Ini cara menghitung selisih risikonya.
PT Think Era Labs · · 5 menit baca
Dua tawaran dengan gaji yang sama bisa punya nilai yang sangat berbeda kalau satu untuk karyawan tetap dan yang lain kontrak satu tahun. Yang membedakan bukan angkanya, tapi apa yang terjadi saat hubungan kerja berakhir.
Bedanya dalam Satu Tabel
| Hal | Karyawan kontrak | Karyawan tetap |
|---|---|---|
| Masa percobaan | Tidak boleh ada | Paling lama tiga bulan |
| Kapan hubungan kerja berakhir | Sesuai tanggal di kontrak | Lewat pengunduran diri atau pemutusan hubungan kerja |
| Yang diterima di akhir | Uang kompensasi saat kontrak berakhir | Pesangon dan hak lain sesuai aturan kalau terjadi pemutusan hubungan kerja |
| Kepastian kerja | Sampai tanggal kontrak berakhir | Tidak dibatasi tanggal |
Uang Kompensasi untuk Karyawan Kontrak
Menurut aturan yang berlaku saat ini, perusahaan wajib memberi uang kompensasi kepada karyawan kontrak saat kontraknya berakhir. Untuk kontrak dua belas bulan, besarnya satu bulan upah. Untuk masa kerja yang lebih pendek, besarnya dihitung proporsional. Komponen ini sering lupa dihitung saat membandingkan tawaran.
Kontrak Seharusnya Dihargai Lebih Tinggi
Karyawan kontrak menanggung risiko yang tidak ditanggung karyawan tetap: kemungkinan harus mencari kerja lagi dalam setahun, dengan jeda tanpa penghasilan di antaranya. Risiko itu punya harga. Wajar kalau untuk posisi yang sama, kamu meminta angka lebih tinggi untuk kontrak daripada untuk posisi tetap.
Saat membandingkan tawaran kontrak dengan tawaran tetap, pakai cara di cara membandingkan dua tawaran kerja, lalu tambahkan risiko jeda kerja ke sisi kontrak.
Cara kasar menghitung harga risikonya
Tanyakan pada diri sendiri: kalau kontrak ini tidak diperpanjang, berapa bulan kira kira kamu butuh untuk mendapat pekerjaan berikutnya? Misalnya dua bulan. Artinya penghasilan dari kontrak satu tahun perlu menutup sekitar empat belas bulan hidup.
Gaji dua belas bulan ditambah uang kompensasi satu bulan berarti tiga belas bulan gaji untuk menutup empat belas bulan. Empat belas dibagi tiga belas sekitar 1,08, jadi gaji kontrak perlu sekitar 8 persen lebih tinggi dari gaji tetap untuk posisi yang sama, hanya untuk impas. Hitungan ini kasar, dan belum memperhitungkan perlindungan lain yang dimiliki karyawan tetap, tapi cukup untuk menunjukkan bahwa gaji yang sama untuk kontrak sebenarnya lebih rendah.
PantasNaik membantu kamu menentukan angka dasar yang pantas untuk posisi itu, sebelum kamu menambahkan harga risikonya.
Hitung gaji kamuKapan Tawaran Kontrak Layak Diambil
- Perusahaannya sulit dimasuki, dan kontrak adalah jalan masuk yang realistis.
- Pengalaman atau skill yang kamu dapat akan menaikkan nilai kamu di tawaran berikutnya.
- Ada jalur yang jelas menuju karyawan tetap, dan jalurnya tertulis.
- Angkanya sudah mencerminkan risiko yang kamu tanggung.
Yang Perlu Ditanyakan Sebelum Menerima Kontrak
- Berapa lama kontraknya, dan apakah ada rencana perpanjangan?
- Seberapa sering karyawan kontrak di posisi ini diangkat menjadi karyawan tetap?
- Bagaimana gaji ditinjau saat kontrak diperpanjang? Caranya dibahas di kontrak diperpanjang, boleh minta naik gaji.
- Apakah ada masa percobaan di kontraknya? Kalau ada, itu tidak sesuai aturan. Lihat aturan gaji masa percobaan.
Intinya
Gaji yang sama untuk kontrak dan tetap tidak bernilai sama. Hitung uang kompensasi di akhir kontrak, hargai risiko jeda kerja, dan pastikan jalur ke posisi tetap tertulis kalau itu yang dijanjikan.
Hitung angka dasar yang pantas untuk posisi kamu di PantasNaik, lalu sesuaikan dengan status kerjanya.
Hitung gaji kamu