PantasNaikHitung gaji

Dasar Gaji

Cara Menghitung Persentase Kenaikan Gaji

Kenaikan gaji sering dibicarakan dalam persen, tapi dinegosiasikan dalam rupiah. Ini rumusnya, lengkap dengan contoh yang bisa langsung kamu pakai.

PT Think Era Labs · · 5 menit baca

Patokan kenaikan gaji hampir selalu disebut dalam persen: naik 10 persen, pindah kerja naik 25 persen. Tapi negosiasi terjadi dalam rupiah. Kalau kamu tidak bisa menerjemahkan keduanya dengan cepat, kamu bisa salah menilai tawaran atau menyebut angka yang meleset.

Rumus Persentase Kenaikan

Untuk tahu berapa persen gaji kamu naik, kurangi gaji baru dengan gaji lama, bagi hasilnya dengan gaji lama, lalu kalikan 100.

Contoh: gaji lama Rp10 juta, tawaran baru Rp12,5 juta. Selisihnya Rp2,5 juta. Rp2,5 juta dibagi Rp10 juta sama dengan 0,25, dikali 100 sama dengan 25 persen.

Menghitung Gaji Baru dari Persentase

Kebalikannya juga sering dibutuhkan: kamu tahu patokan persennya, dan ingin tahu angka yang perlu diminta. Kalikan gaji lama dengan 1 ditambah persentase dalam bentuk desimal. Naik 20 persen berarti dikali 1,2.

Gaji lamaNaik 10 persenNaik 20 persenNaik 30 persen
Rp6 jutaRp6,6 jutaRp7,2 jutaRp7,8 juta
Rp10 jutaRp11 jutaRp12 jutaRp13 juta
Rp15 jutaRp16,5 jutaRp18 jutaRp19,5 juta

Patokan persen untuk tiap situasi ada di pindah kerja naik gaji berapa persen dan naik jabatan gaji naik berapa persen.

Tidak mau menghitung manual? PantasNaik langsung memberi angka yang pantas kamu minta dalam rupiah, berdasarkan posisi, pengalaman, dan kota kamu.

Hitung gaji kamu

Kesalahan Hitung yang Sering Terjadi

  • Mencampur gross dan take home. Kenaikan 20 persen dari gaji gross tidak sama dengan kenaikan 20 persen take home. Bandingkan dalam satuan yang sama, lihat gross vs take home pay.
  • Membandingkan gaji pokok dengan total paket. Kalau gaji lama kamu termasuk tunjangan tetap, bandingkan total dengan total.
  • Menghitung turun dengan cara yang sama. Naik 20 persen lalu turun 20 persen tidak kembali ke angka awal. Rp10 juta naik 20 persen menjadi Rp12 juta, tapi Rp12 juta turun 20 persen menjadi Rp9,6 juta.
  • Menjumlahkan persen kenaikan beberapa tahun. Naik 10 persen dua tahun berturut turut bukan 20 persen, tapi 21 persen, karena kenaikan kedua dihitung dari gaji yang sudah naik.

Persentase Bukan Segalanya

Persentase berguna sebagai patokan, tapi bukan tujuan. Kalau gaji kamu sekarang sudah tertinggal dari pasar, kenaikan 25 persen bisa tetap menempatkan kamu di bawah pasar. Yang perlu kamu kejar adalah angka akhir yang pantas untuk posisi itu. Persentasenya hanya cara untuk memeriksa apakah angka itu masuk akal.

Intinya

Persentase kenaikan dihitung dari selisih gaji baru dan lama, dibagi gaji lama, dikali 100. Untuk menghitung angka yang perlu diminta, kalikan gaji lama dengan 1 ditambah persentasenya. Bandingkan selalu dalam satuan yang sama, dan ingat bahwa yang penting adalah angka akhirnya.

Langsung dapat angka dalam rupiah, bukan sekadar persen. Hitung di PantasNaik, hasil awalnya gratis.

Hitung gaji kamu

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana rumus menghitung persentase kenaikan gaji?

Kurangi gaji baru dengan gaji lama, bagi hasilnya dengan gaji lama, lalu kalikan 100. Contohnya, dari Rp10 juta ke Rp12,5 juta adalah kenaikan 25 persen.

Bagaimana cara menghitung gaji setelah naik 20 persen?

Kalikan gaji lama dengan 1,2. Gaji Rp10 juta yang naik 20 persen menjadi Rp12 juta.

Kenapa naik 10 persen dua kali bukan 20 persen?

Karena kenaikan kedua dihitung dari gaji yang sudah naik. Naik 10 persen dua kali berturut turut sama dengan naik 21 persen dari angka awal.

Sebaiknya kenaikan dihitung dari gross atau take home?

Dari gross, dan bandingkan gross dengan gross. Mencampur gross dan take home membuat persentasenya tidak bisa dibandingkan.

Gaji baru kamu harus minta berapa?

Masukkan posisi, pengalaman, kota, dan gaji sekarang. PantasNaik kasih angka yang sebaiknya kamu minta, target realistisnya, dan batas bawahnya.

Hitung gaji kamu